Mengapa India memperluas daftar kontraktor AI untuk proyek digital pemerintah

12 September 20260 tampilan

Badan Pengembangan Digital India telah meluncurkan kumpulan tambahan vendor AI dan ML ke dalam panel mitra yang ada untuk program Digital India. Peserta baru akan bekerja dengan ketentuan tetap dari seleksi sebelumnya, dan pendaftaran diterima hingga 7 September.

Mengapa India memperluas daftar kontraktor AI untuk proyek digital pemerintah

Di tengah pesatnya perkembangan program Digital India, pemerintah negara tersebut memutuskan untuk memperluas daftar mitra teknologi untuk kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin. Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi (MeitY) kembali membuka seleksi vendor untuk menarik lebih banyak perusahaan khusus ke proyek-proyek pemerintah. Langkah ini tampak logis: permintaan akan solusi AI di sektor publik tumbuh lebih cepat daripada jumlah kontraktor terverifikasi, dan peserta baru akan membantu menutup defisit kompetensi.

Apa yang terjadi: gelombang seleksi baru

Divisi Nasional e-Government (NeGD) telah merilis permintaan baru untuk dimasukkan ke dalam panel kontraktor pada 10 Agustus. Lamaran dari peminat diterima hingga 7 September, dan proposal teknis direncanakan akan dibuka pada hari berikutnya, 8 September. Penting untuk dicatat bahwa ini bukan tentang mengganti perusahaan yang telah terpilih, melainkan tentang memperluas kumpulan yang ada saat ini.

Panel pertama mencakup enam organisasi: Tata Consultancy Services, NEC Corporation India, Kyndryl Solutions, Cactus Technology Solutions, CoRover, dan Innefu Labs. Kini, pemain baru dapat bergabung dengan mereka, tetapi dengan persyaratan ketat: mereka wajib menerima tarif yang telah disetujui berdasarkan hasil putaran pertama dengan harga minimum. Vendor dilarang menaikkan tarif atau meninjaunya kembali di kemudian hari. Ketentuan komersial sama untuk semua — baik itu perjanjian tingkat layanan, aturan jaminan bank atas pelaksanaan, maupun standar kontrak lainnya. Panel itu sendiri akan berlaku hingga 21 April 2028.

Spesialis dan model apa yang ditawarkan

Panel pemerintah ini dibentuk agar kementerian, lembaga, administrasi daerah, dan BUMN dapat dengan cepat mengakses keahlian AI. Ada tiga format kerja yang disediakan: penyediaan spesialis individu, pembentukan tim lengkap untuk tugas tertentu, atau pelaksanaan proyek secara turnkey. Pendekatan ini memungkinkan berbagai organisasi untuk memilih tingkat dukungan yang sesuai — mulai dari konsultasi hingga penerapan solusi siap pakai.

Di antara posisi yang banyak diminati adalah arsitek AI, manajer program, ilmuwan data, insinyur AI dan pembelajaran mesin, insinyur data, spesialis MLOps, dan insinyur jaminan kualitas. Agen yang terpilih dapat berpartisipasi dalam pengembangan layanan bagi warga, otomatisasi proses internal, analisis data, dan modernisasi sistem digital lainnya di tingkat pusat dan daerah.

Bagaimana kandidat dievaluasi

Evaluasi teknis menetapkan ambang batas yang cukup tinggi: diperlukan skor minimal 75 dari 100. Hanya setelah itu perusahaan akan diminta untuk menandatangani persetujuan tanpa syarat terhadap tarif dan ketentuan yang berlaku. Persyaratan bagi peserta juga ketat: sebagian besar harus merupakan perusahaan India atau perseroan terbatas yang telah beroperasi setidaknya selama tiga tahun. Rata-rata omzet tahunan harus minimal ₹25 crore, dan jumlah karyawan minimal 100 orang. Untuk usaha kecil dan menengah serta startup, tersedia pengecualian.

Selain itu, vendor wajib memberikan bukti dokumenter kepatuhan terhadap kriteria dan pengalaman pelaksanaan proyek. Dalam evaluasi, NeGD menggunakan standar yang sama seperti pada seleksi panel yang ada saat ini, sehingga prosesnya tetap seragam dan transparan bagi semua peserta.

Mengapa perluasan ini penting

Peningkatan jumlah kontraktor yang disetujui bukan sekadar formalitas. Pemerintah India jelas berkepentingan agar lembaga negara memiliki pilihan dan tidak bergantung pada sekelompok kecil pemasok. Vendor tambahan memperkuat persaingan sekaligus memperluas akses ke spesialis yang dibutuhkan. Ini sangat relevan untuk daerah yang kekurangan tim AI sendiri, dan untuk lembaga yang membutuhkan sistem kompleks dalam waktu singkat.

Contoh yang menunjukkan hal ini adalah Cactus Technology, yang pada bulan Juli telah mengumumkan perolehan kontrak pemerintah untuk mengembangkan platform AI untuk pengadaan. Sistem semacam itu akan membantu pejabat menyiapkan, meninjau, dan memeriksa dokumen pengadaan dengan lebih cepat. Ini hanyalah salah satu bidang di mana keahlian peserta panel baru dapat dimanfaatkan. Mengingat proposal untuk tender baru diterima hingga pukul 16:00 tanggal 7 September (referensi NeGD_AI_RFE_02), pasar akan segera mendapatkan daftar pemasok AI terverifikasi yang lebih luas, dan sektor publik akan mendapatkan akses ke ide serta teknologi baru.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Mengapa India memperluas daftar kontraktor AI untuk proyek digital pemerintah