Indeks Amerika naik berkat rebound saham chip menjelang laporan Nvidia

12 September 20260 tampilan

Pada hari Selasa, S&P 500 naik sekitar 0,2%, Nasdaq — 0,5%, dan Dow — 0,1%: pemimpin kenaikan adalah saham perusahaan chip yang sempat turun sehari sebelumnya. Nvidia naik 2,3% menjelang laporan kuartalannya, dan data lemah tentang kepercayaan konsumen serta penjualan rumah tidak menghalangi sentimen positif pasar.

Indeks Amerika naik berkat rebound saham chip menjelang laporan Nvidia

Pada hari Selasa, pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat: investor memulihkan kerugian dari sesi sebelumnya, dengan pendorong utamanya adalah pembalikan arah naik di sektor teknologi dan semikonduktor. Indeks luas S&P 500 naik sekitar 0,2%, Nasdaq berteknologi tinggi naik 0,5%, dan Dow Jones meningkat sekitar 58 poin, atau setara 0,1%. Para pelaku pasar mengambil posisi wait-and-see menjelang rilis laporan keuangan kuartalan Nvidia yang dijadwalkan keluar setelah penutupan pasar pada hari Rabu.

Chip memulihkan kerugian

Saham produsen chip pulih setelah aksi jual pada hari Senin, ketika S&P 500 kehilangan 0,28%, Nasdaq — 0,76%, meskipun Dow saat itu ditutup menguat 0,26%. Kali ini, harga saham Nvidia melonjak 2,3% menjelang rilis laporan. Sebelumnya, saham perusahaan tersebut jatuh selama tujuh sesi beruntun — rentetan terburuk bagi Nvidia sejak 2022.

Para trader memperhitungkan dalam harga opsi pergerakan saham Nvidia sebesar 5,4% segera setelah publikasi hasil. Ini setara dengan perubahan kapitalisasi pasar sekitar $280 miliar. Meski demikian, rentang ini terlihat jauh lebih sederhana dibandingkan rata-rata fluktuasi 7,4% yang biasanya terjadi pada hari-hari rilis laporan Nvidia selama 12 kuartal terakhir. Sejak awal 2026, saham perusahaan naik 11,7%, hampir sejalan dengan kenaikan S&P 500 sebesar 11,8%.

Bukan hanya Nvidia yang menarik perhatian: Micron dan Advanced Micro Devices naik sekitar 3%, Intel — lebih dari 2%, Western Digital — di atas 3%. ETF sektoral iShares Semiconductor advanced naik lebih dari 2%. Analis Raymond James menaikkan peringkat AMD, yang menambah optimisme di sektor ini.

Investor juga akan mencermati tidak hanya pendapatan dan laba Nvidia, tetapi juga proyeksi pendapatan, dinamika margin, permintaan chip, serta rencana belanja modal para penyedia cloud besar.

Latar makroekonomi: imbal hasil, minyak, dan konsumen

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor sepuluh tahun turun ke level sekitar 4,66%. Sehari sebelumnya, saat aksi jual, imbal hasil sempat naik hingga hampir 4,74%. Salah satu faktor yang meredakan tekanan pada ujung panjang kurva adalah kabar bahwa Departemen Keuangan dapat memanfaatkan Rekening Cadangannya — hampir $1 triliun — untuk membeli kembali obligasi.

Harga minyak turun signifikan: futures West Texas Intermediate melemah lebih dari 3% dan berada di kisaran $82 per barel. Brent diperdagangkan sekitar $89. Para trader menilai sanksi AS terhadap Iran tidak mungkin mengganggu pasokan minyak mentah secara serius, meskipun risiko pelayaran di dekat Selat Hormuz tetap ada. Indeks dolar melemah 0,1%, dan emas diperdagangkan di dekat $4685 per ons.

Data yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan bahwa indeks kepercayaan konsumen Conference Board turun pada bulan Agustus ke 89,4 poin dari 90,2 yang telah direvisi pada bulan Juli — level terendah dalam tujuh bulan terakhir. Sementara itu, indeks situasi saat ini naik 6,8 poin ke 121,2, sedangkan indeks ekspektasi justru kehilangan 5,8 poin menjadi 68,2. Menurut perwakilan Conference Board, Dana Peterson, kepercayaan konsumen melemah moderat untuk bulan kedua berturut-turut.

Statistik terpisah menunjukkan data pasar perumahan yang lemah: penjualan rumah baru pada bulan Juli turun 10,5% menjadi 607 ribu secara tahunan. Pasokan rumah naik menjadi 9,6 bulan, dan harga median turun 2,3% dibandingkan bulan Juni — menjadi $393,8 ribu.

Investor menantikan rilis laporan pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) bulan Juli yang akan keluar pada hari Rabu. Menurut survei LSEG, pasar hanya memperhitungkan satu kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun. Pada hari Jumat di Jackson Hole, Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh akan berpidato, dan retorikanya dapat memberikan petunjuk tentang kebijakan moneter selanjutnya.

Para peritel mengecewakan

Saham Dick's Sporting Goods anjlok lebih dari 20% setelah perusahaan menurunkan proyeksi tahunannya. Pendapatan kuartalan mencapai $5,59 miliar dibandingkan ekspektasi $5,65 miliar, dan laba per saham yang disesuaikan — $3,53 dengan konsensus $3,76. Peritel tersebut memperburuk proyeksi laba tahunan menjadi $11–12 per saham dari sebelumnya $13,50–14,50, dan pendapatan diperkirakan berada di kisaran $21,9–22,2 miliar. Perusahaan menyebut kelebihan persediaan, diskon agresif, dan lemahnya permintaan di Foot Locker. Pendiri Ed Stack mencatat bahwa pada kuartal kedua terdapat lebih sedikit rilis produk baru.

Di tengah situasi ini, saham Nike juga kehilangan lebih dari 3%. Meskipun demikian, gambaran keseluruhan di pasar tetap positif: jumlah saham yang naik melebihi jumlah yang turun baik di NYSE maupun Nasdaq. Para investor tampaknya menilai bahwa penurunan pada hari Senin berlebihan, dan fokus pada penantian acara utama minggu ini — laporan Nvidia, yang dapat menentukan arah bagi seluruh sektor teknologi.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Indeks Amerika naik berkat rebound saham chip menjelang laporan Nvidia