Putaran Kunci dan Rencana
Pada Senin, 17 Agustus, perusahaan Wispr, yang dikenal dengan alat input suara berbasis AI-nya, mengumumkan penutupan putaran pendanaan Seri B senilai $280 juta. Putaran investasi ini dipimpin oleh Menlo Ventures, dan valuasi startup tersebut mencapai $2 miliar. Menurut perusahaan, dana yang terkumpul akan digunakan untuk memperluas kehadiran dan memasuki arah baru — terutama di bidang catatan otomatis untuk rapat, di mana Wispr telah merilis produknya sendiri.
Dengan putaran baru ini, total pendanaan yang terkumpul Wispr mencapai $361 juta. Putaran sebelumnya ditutup perusahaan kurang dari sepuluh bulan lalu, yang menunjukkan percepatan laju pertumbuhan dan tingginya minat investor. Pada putaran saat ini, dana yang sudah dikenal seperti Notable Capital, NEA, Neo Ventures, 8VC, dan MVP Ventures menggandakan investasi mereka. Bergabung pula investor baru, termasuk Acrew, Forerunner, Goodwater, Peak XV, Together Fund, dan PLUS Capital.

Dikte: Persaingan dan Kualitas
Produk utama Wispr — aplikasi dikte Wispr Flow — tetap menjadi bagian penting dari bisnis, tetapi justru di pasar inilah perusahaan menghadapi persaingan yang semakin ketat. Beberapa aplikasi — Willow, Monologue, Aqua, Superwhisper — menawarkan fungsi serupa, sementara solusi gratis dan lebih murah untuk prosumer memberikan tekanan tambahan pada harga.
Di tengah situasi ini, Wispr mengumumkan peluncuran model pengenalan suara baru bernama Canto. Solusi ini tidak muncul secara kebetulan: dalam beberapa minggu terakhir, pengguna mengeluhkan penurunan kualitas dikte Wispr Flow. Perusahaan berjanji bahwa Canto akan menurunkan tingkat kesalahan dari 30% menjadi kurang dari 10%, yang diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan audiens dan memperkuat posisi di segmen yang kompetitif.
Jangkauan produk juga semakin luas: sejak November, Wispr telah merilis aplikasi dikte untuk Android, serta memperkuat tim go-to-market di wilayah seperti India dan Inggris Raya. Selain itu, perusahaan mulai menjalin kemitraan dengan produsen perangkat keras — misalnya dengan cincin Oasis — sehingga pengguna dapat mendikte di perangkat tanpa berbicara dengan suara keras. Ini terlihat sebagai langkah menuju skenario interaksi suara yang lebih alami.
Catatan Rapat: Arah Baru
Perluasan di luar dikte terwujud dalam alat terpisah untuk mencatat catatan pada rapat. Dengan alat ini, Wispr berniat bersaing dengan layanan seperti Granola, Fireflies, dan Read AI. Produk baru ini mampu membuat ringkasan dan menyoroti poin tindakan, dan ke depannya — terintegrasi dengan alat lain, secara otomatis membuat pembaruan, dokumen, atau draf email berdasarkan isi percakapan.
Ini adalah evolusi alami bagi perusahaan yang bekerja dengan suara: jika dikte membantu menangkap pikiran secara individu, maka catatan rapat menyelesaikan masalah interaksi kolektif. Pasar layanan semacam ini sudah cukup padat, sehingga Wispr harus membuktikan keunggulan pendekatannya — mungkin melalui integrasi yang lebih dalam dengan alur kerja yang ada dan pengenalan suara yang lebih akurat.

Antarmuka Baru dan Masa Depan
Bulan lalu, Wispr juga mengumumkan pembentukan Wispr Interface Labs — divisi riset yang akan mempelajari antarmuka interaksi manusia-komputer yang baru. Laboratorium ini akan dipimpin oleh Ariya Rastrow, salah satu kontributor awal pengembangan asisten suara Amazon Alexa.
Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan melihat lebih jauh dari produk saat ini dan memandang suara sebagai bagian dari paradigma antarmuka yang lebih luas. Mungkin Wispr ingin menjadi pemain kunci tidak hanya dalam dikte, tetapi dalam seluruh kelas solusi di mana manusia berkomunikasi dengan perangkat menggunakan bahasa alami. Dana yang terkumpul memberi perusahaan sumber daya untuk eksperimen jangka panjang semacam itu, sementara produk baru di bidang rapat memberikan peluang untuk menunjukkan manfaat praktisnya hari ini.



