Apa itu SEATauBench
SEATauBench adalah sistem evaluasi pertama yang berorientasi pada agen untuk AI berdaulat di Asia Tenggara. Sistem ini mengadaptasi Tau2-Bench untuk lima bahasa: Mandarin, Vietnam, Thailand, Indonesia, dan Filipina.

Benchmark ini dirancang untuk mengevaluasi agen dalam konteks bahasa dan bidang di kawasan tersebut. Kriteria praktis untuk menggunakannya adalah kesesuaian bahasa yang diuji dengan audiens sasaran.
Kondisi apa saja yang berubah dalam evaluasi
Peneliti secara bertahap melokalkan konteks kerja agen. Mereka mengubah tiga elemen:
- bahasa interaksi antara pengguna dan agen;
- spesifikasi alat;
- bidang tugas.
Desain ini memungkinkan pengujian yang tidak hanya mencakup perubahan bahasa dialog. Desain ini juga mencakup perubahan alat dan topik tugas.
Apa yang ditunjukkan oleh hasil
Penelitian ini mengevaluasi tiga model. Para penulis membandingkan perubahan kemampuan agen pada berbagai tingkat lokalisasi.
| Kondisi evaluasi | Hasil |
|---|---|
| Hanya bahasa dialog yang berubah | Kemampuan dalam bahasa Inggris cukup baik ditransfer |
| Konteks tambahan dilokalkan | Kualitas dan ketahanan menurun tajam |
| Bidang tugas diadaptasi sepenuhnya | Terlihat penurunan terbesar |
Para penulis mencatat bahwa evaluasi hanya dalam bahasa Inggris memiliki keterbatasan dalam memprediksi kemampuan agen dalam bahasa-bahasa Asia Tenggara. Karena itu, hasil pengujian dalam bahasa Inggris tidak menggantikan pengujian dalam kondisi yang dilokalkan.
Kegunaan benchmark
SEATauBench diperkenalkan sebagai benchmark diagnostik dan alur kerja adaptasi yang dapat digunakan kembali. Tujuannya adalah untuk membuat agen multibahasa yang andal.
Saat memilih evaluasi, cakupan lokalisasi penting untuk diperhatikan: bahasa dialog, spesifikasi alat, dan bidang tugas. Pengujian yang hanya mengubah bahasa tidak mencerminkan hasil adaptasi konteks secara menyeluruh.
Publikasi dan versi
Makalah ini diterbitkan di EMNLP Findings 2026. Versi v1 dikirimkan pada 27 Juni 2026, sedangkan revisi terakhir v2 dirilis pada 5 September 2026.
ID makalah: arXiv:2606.28715.



